Kamis, 09 Juli 2020

Dejavu...kami Di Sebeh?

Alien ?


Malam itu, memang tidak seperti biasanya. Jam 7 mlm, saya sdh merasa mengantuk, hmmm...setelan menikmati teh dan pisang goreng, kami berlima masuk kamar, mengadakan doa bersama yang biasanya kami lakukan jam 9 malam.

Ya itu tadi, karena sudah berasa mengantuk, saya mengajak ayah dan anak2 untuk berdoa jam 7 saja.

Selesai doa, sekitar jam 8 mlm, saya keluar kamar untuk menyiapkan mkn mlm.

Ada yg aneh, waktu itu, pintu ruang tamu terbuka sekitar 45°, heran...krn tadi kami semua di dlm kamar.

Hmmm...menurut ayah, dia yg keluar terakhir dan kemungkinan waktu menutup, pintu terganjal tas atau sandal...begitu.

Ya sudah, kami melanjutkan mkn mlm, dan bersiap untuk tidur.

Setelah masuk kamar, kami semua tdk langsung tidur, masih main dan nonton tivi,.

Aku terbangun sekitar jam 1, tv masih menyala, anak2 sudah tidur semua. Lalu sy membangunkan ayah untuk mematikan tv.

Melanjutkan tidur yang entah bagaimana terasa nyenyak sekali,.

Aneh, si nona kecil yg biasanya tiap jam bangun untuk ngempeng, mlm itu jg tdr nyenyak. 

Keesokan paginya

Di dalam kamar

Karena jam dinding kami sudah lama rusak, kami biasa melihat jam di hape.

"Jam brp ini? Hapeku dmn yah?"

Kemudian, kami mulai membuka2 selimut, tp tdk dpt menemukan hp sy dan ayah jg nyariin hp nya untuk miskol,...tp tdk ketemu...

Kami berlima masih d dlm kamar.

Anak2 di bangunkan, mungkin mrk tahu dmn hp nya dsimpan.

Tapi di tempat terakhir menaruh hp, hp tidak ada.

Ayah menyeletuk konyol asal bunyi "Hape nya di curi"

Kami berlima masih di dlm kamar.

Di luar kamar, lubang di jendela

Krn tdk nemuin hp d dlm kmr, kami pu


n keluar kamar.

Kami semua terlambat bangun, sepertinya, hari sudah lumayan siang.

Seperti biasa, saya mulai membuka tirai-tirai jendela.

Dan...super terkejut...deg deg an, pas mbuka tirai jendela ruang tengah, jendelanya berlubang, lubangnya tidak besar, setengah lingkaran diameter +- 50cm.

"Yah....apa ini?"...saya lgsg memanggil ayah, dan menurutnya, dari situ, pencuri masuk rumah.

Hole in the window

Ya Tuhan, bertahun2 tinggal d sini, rumah pun sering kosong berhari2, tapi baru kali ini kemalingan.

Yang berasa parah, karena malingnya masuk ke kamar tidur. Dimana kami ber lima tidur nyenyak.

Rasanya tidak terima karena ada orang asing yg memasuki wilayah pribadi kami, tanpa permisi.

Tapi kami bersyukur , puji Tuhan kami zemua selamat, setidaknya si pencuri tidak melukai kami. Cuman ngambil hape doang. Hiks. 

Bersambung...

#lapor polisi#








Minggu, 05 Juli 2020

Dihari Mak Remping

Pemula. Polos....
Power puff girl
Hmmm...berlaripun, semuanya memang harus di mulai dari langkah pertama. 

Jika suatu saat nanti sudah bisa berlari dan terbang, 

Aku tidak akan melupakan "sejarah" Tentang hari ini. Hari pertama mencoba menulis blog.

Sekian lama ter inspirasi dari teman-teman yang sudah lama menggeluti hobi menulisnya. Salah satunya bunda Alelo, di blog nya Daily-Wife,. Yang isinya selalu kereeeen dan hebring.

Tetiba, hari ini, setelah membava tentang cerita di blognya, terus tiba2 pengin nulis komentar, (hal yg selama ini tdk pernah kulakukan). Aku...apalah...cuman sebagai pasive blog walking...membaca...dan berlalu pergi tanpa meninggalkan jejak...ha5...(komentar hanya dalam hati saja)

Barangkali ini pertama kali aku menulis komentardan terjadilan accident itu...ya...kecelakaan yg aneh  saat tidak tahu bgmn, muncul lah layar "membuat blog"...dlm hati aku bertanya..." Opo iki?" (Apa ini?)

Belum terlalu paham,...tapi aku berfikir marilah...tidak ada salahnya mencoba,...just flow...mengalir begitu saja. 

Sampai disini, Dihari Mak Remping (DMR) lahir.

Hari ini, Senin, 6 Juli 2020.

Kenapa DMR

Mak Remping adalah sebutan sayang untuk diriku, plesetan dari emak2 rempong yang pengin piknik dan camping.

Rempong disini karena kesibukan yang super duper membawa berkah, yaitu sebagai ibu rumah tangga, dengan tiga junior yang puji Tuhan selalu membawa warna sukacita di setiap hari ku.

Dihari Mak Remping, nantinya akan menjadi tempat curahan hati dan pelarian dari rasa ngantuk yang tidak biza bukcan, dimana batre cadangan masih bisa on...(kedip-kedip 🤓😉)

Dihari Mak Remping, nantinya juga akan menjadi catatan perjalanan spiritual seorang mak rempong untuk lebih mawas diri dan bersyukur. 

Catatan yang akan menjadi spion bagi diriku sendiri, dan semoga juga bisa bermanfaat bagi pembaca.

To be continued...

Next : cerita tentang malam itu...

Stay tune ya.

Sampai tulisan berikutnya.



Label: